Wednesday, March 29, 2017

Bukan Menakuti Siksa Neraka, Tapi Begini Mengajarkan Anak agar Kecanduan Shalat

author photo

Kita semua sepakat bahwa shalat adalah tiang agama. Sehingga, mengajarkan anak untuk belajar shalat sejak dini sangatlah penting.

Namun, dalam mengajarkan shalat memang tidak mudah seperti membalikan telapak tangan. Tentu ada hal-hal yang membuat anak susah untuk mau belajar shalat.

Lantas, bagaimana sih caranya agar membuat anak-anak Anda shalat dengan kesadaran mereka sendiri, tanpa berdebat dan tanpa perlu diingatkan?

Seorang sahabat berkisah: “Aku akan menceritakan satu kisah yang terjadi padaku”. Saat itu, anak perempuanku duduk di kelas 5 SD.

Shalat baginya adalah hal yang sangat berat, sampai-sampai suatu hari aku berkata kepadanya: “Bangun! Shalat!”, dan aku selalu mengawasinya. Aku melihatnya mengambil sajadah, kemudian melemparkannya ke lantai, lalu kemudian sampai ia mendatangiku.

Aku bertanya kepadanya: “Apakah kamu sudah shalat?”. Ia menjawab: ”Sudah”.

Kemudian aku menamparnya. Aku tahu aku salah. Tetapi kondisinya memang benar-benar sulit.

Aku menangis. Aku benar-benar marah padanya, aku rendahkan dia dan aku menakut-nakutinya akan siksa Allah. Tapi….ternyata semua kata-kataku itu tidak ada manfaatnya.

Suatu hari, seorang sahabatku bercerita suatu kisah. Suatu ketika ia berkunjung kerumah seorang kerabat dekatnya, seorang yang biasa-biasa saja dari segi agama, tapi ketika datang waktu shalat, semua anak-anaknya langsung bersegera melaksanakan shalat tanpa diperintah.

Ia berkata: Aku berkata padanya, “Bagaimana anak-anakmu bisa shalat dengan kesadaran mereka tanpa berdebat dan tanpa perlu diingatkan?”

Ia menjawab: Demi Allah, aku hanya ingin mengatakan padamu bahwa sejak jauh sebelum aku menikah aku selalu memanjatkan doa ini, dan sampai saat ini pun aku masih tetap berdoa dengan doa tersebut.

Setelah aku mendengarkan nasehatnya, aku selalu tanpa henti berdoa dengan doa ini. Aku selalu melantunkannya dalam sujudku, saat sebelum salam, ketika witir dan disetiap waktu-waktu mustajab.

Demi Allah wahai saudara-saudaraku. Anakku saat ini telah duduk dibangku SMA. Sejak aku memulai berdoa dengan doa itu, anakku lah yang rajin membangunkan kami dan mengingatkan kami untuk sholat. Dan adik-adiknya, Alhamdulillah mereka semua selalu menjaga shalat!

Sampai-sampai saat ibuku berkunjung dan menginap dirumah kami, ia tercengang melihat anak perempuanku bangun pagi, kemudian membangunkan kami satu persatu untuk shalat.

Aku tahu Anda semua penasaran ingin mengetahui doa apakah itu? Ya, doa ini ada di dalam Al Qur’an yakni dalam surat Ibrahim ayat 40.

Doa ini bunyinya sebagai berikut:

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.”

Ya, doa…doa…dan doa. Sebab, doa adalah senjata seorang mukmin.

Baca Juga : 4 Siksaan Pedih Di Neraka Bagi Pezina, Naudzubilah Semoga Kita Bukan Diantaranya

Dalam Al Qur'an ada dalam surat Ibrahim

Artinya: "Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku." (QS. Ibrahim: 40).

Namun untuk mewujudkan doa tersebut, dilansir psikologika.id, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mendidik anak yang malas shalat. Di antaranya sebagai berikut:

1. Cobalah untuk memberikan apresiasi atau hadiah. Pada anak usia sekolah pertama, biasanya mereka senang jika diberi hadiah dalam melakukan sesuatu. Juga Anda harus beri ia pengertian bahwa siapa saja yang menjalankan Sholat akan mendapatkan pahala dan tidak mendapat siksa.

2. Jangan hanya menyuruh Sholat, tapi Anda pun harus mencontohkan Sholat tepat waktu. Karena anak adalah sebaik-baik peniru dari orangtuanya.

3. Hentikan segala aktivitas ketika waktunya Sholat. Sebaiknya Anda menghentikan semua hal yang bisa membuat anak Anda menjadi lalai dalam menjalankan Sholat.

4. Jika anak Anda sudah beranjak dewasa dan sudah memegang gadget, ingatkan padanya Sholat lewat media sosial. Tidak perlu malu untuk melakukan semua itu, karena memang kewajiban Anda.

5. Beri Pelajaran, bukan menyakiti. Ketika anak Anda sudah tidak bisa Anda nasehati dengan kata-kata, maka Anda boleh memukulnya saat usianya sudah 9 tahun ke atas. Ini bukanlah pukulan untuk menyakiti, namun pukulan kasih sayang yang akan menyelamatkan Anda dan juga anak Anda kelak saat di akhirat nanti.

Semoga ini menjadikan kemanfaatan bagi kita semua.[]

Sumber; http://www.wajibbaca.com/2017/03/bukan-menakuti-siksa-neraka-tapi-begini.html
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement