Saturday, March 25, 2017

Dahulu, Suara Ini Begitu Dicintai & Ditunggu-tunggu, Tapi Kenapa Sekarang Banyak yang Benci?

author photo

Zaman tidak hanya berubah dari waktunya saja, tapi juga budaya dan kebiasaan begitu berbeda dari tahun-tahun yang lalu. Begitu juga yang dialami oleh para sahabat nabi pada zamannya.

Lihat saja, banyak hal yang dulu sangat ditunggu-tunggu dan dicintai oleh sahabat nabi, tapi sekarang malah dibenci. Salah satunya adalah adzan subuh.

Dikutip dari tarbiyah, pada zaman dulu, sahabat nabi segera bergegas waktu subuh datang. Bahkan diibaratkan seperti panggilan yang begitu merdu untuk dilewatkan, para sahabat segera menuju masjid ketika adzan berkumandang. Tak hanya mereka yang berdekatan dengan masjid, bahkan yang jauh sekalipun tidak akan rela meninggalkannya.

Pernah suatu ketika, seorang sahabat yang rumahnya jauh menyatakan ingin pindah rumah agar lebih dekat dengan masjid Nabawi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam justru memotivasinya, bahwa semakin jauh perjalanan, semakin banyak langkah menuju masjid, pahalanya semakin besar. Sahabat tadi pun tidak jadi pindah. Ia justru lebih bersemangat shalat jamaah.

Bukan hanya mereka yang sehat sempurna yang segera menyambut seruan adzan. Sahabat yang fisiknya tak sempurna pun bersegera menyambut cinta Allah saat adzan tiba.

Dikisahkan juga, seorang sahabat yang buta meminta izin kepada Rasulullah agar diperbolehkan shalat di rumah karena ia tidak memiliki penunjuk jalan. ”Wahai Rasulullah, saya tidak memiliki penunjuk jalan yang dapat mendampingi saya untuk mendatangi masjid,” kata lelaki yang tak lain adalah Abdullah bin Ummi Maktum tersebut.

Mendengar udzur itu, Rasulullah memberikan keringanan kepadanya. Namun ketika ia hendak beranjak, Rasulullah memanggilnya lagi lalu bertanya, “Apakah engkau mendengar adzan?”.

“Iya, wahai Rasulullah”. Maka Rasulullah pun bersabda,”Penuhilah seruan (adzan) itu.”

Berikutnya, Abdullah bin Ummi Maktum menjadi orang-orang pertama yang datang ke masjid. Bahkan sebelum adzan berkumandang. Karena dialah yang mengumandangkan adzan Subuh.

Bersama Abdullah bin Ummi Maktum, banyak sahabat yang telah berada di masjid sebelum fajar tiba. Ketika fajar tiba, mereka mengatakan kepada sahabat yang diabadikan dalam Surat Abasa itu: “Fajar telah tiba, adzanlah.”

Subhanallah, Begitu cintanya para sahabat kepada Adzan Subuh. Tapi sekarang, tak sedikit orang yang mengabaikannya dan menganggap jika volume adzan saat subuh terlalu keras. Naudzubillah.

Sumber; http://www.wajibbaca.com/2017/03/dahulu-suara-ini-begitu-dicintai.html
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement