Friday, March 31, 2017

Hajatan Anak, Apa Boleh Orang Tua Makan Daging Aqiqah Anaknya?

author photo

Menjadi orang tua yang selalu mengikuti jalan Islam sebagai panutan, tampaknya akan sangat membahagiakan apalagi jika mengetahui setiap doa dan tuntunan kepada keluarga semakin membuat tentram dan penuh dengan harapan yang baik bagi orang tua dan anak untuk kedepannya.

Salah satu yang paling umum ialah, dimana setelah melahirkan anak, orangtua dianjurkan untuk melakukan aqiqah. Aqiqah ini hukumnya sunnah muakkad (sunnah yang dianjurkan). Sehingga bagi orangtua yang mampu secara ekonomi harusnya tidak meninggalkan sunnah ini. Untuk aqiqah anak laki-laki, menyembelih dua ekor kambing. Namun tidak apa-apa jika hanya mampu seekor kambing. Sedangkan aqiqah anak perempuan yakni seekor kambing.

Biasanya, daging hasil aqiqah dibagikan kepada orang sekeliling rumah. Daging tersebut bisa sudah dalam kondisi matang maupun mentah. Disebutkan dalam Fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah, orang yang memiliki hajat aqiqah bisa membagi hasil daging aqiqah dalam bentuk daging mentahan atau yang sudah matang.

Hasil tersebut bisa diserahkan pada fakir miskin, tetangga, kerabat atau teman dekat. Keluarganya pun bisa memakan darinya. Ia pun boleh mengundang orang miskin, orang kaya untuk makan-makan di rumahnya.

Namun, apakah orangtua yang melaksanakan aqiqah untuk anaknya boleh memakan hasil daging tersebut? Apakah ada larangan untuk tidak makan daging aqiqah?

Berdasarkan hadits dari ‘Aisyah tentang masalah aqiqah menyebutkan,

يُجْعَلُ جُدُوْلاً ، يُؤْكَلُ وَيُطْعَمُ

“Akhirnya dijadikan tulang (yang tidak dipecah) untuk dimakan dan diberi makan pada yang lainnya,” (HR. Ibnu Abi Syaibah juz ke-5).

Judulan atau jadl adalah setiap tulang yang disimpan tanpa dipecah dan tidak bercampur dengan lainnya. Hal ini disebutkan dalam Al-Qamus Al-Muhith, hlm. 975. Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin berkata dalam Syarh Al-Mumthi’ (7: 545), bahwa judulan adalah anggota tubuh hewan berupa tulang yang tidak dipecah. Tulang tersebut diambil dari persendian-persendian.

Maka berdasarkan hadits di atas, boleh bagi orangtua anak untuk memakan daging aqiqah anaknya.

Jadi boleh saja memakan daging kambing dari aqiqah anak, setelah sebelumnya mengingat siapa saja yang belum diberi daging tersebut. Sebaiknya dahulukan orang-orang yang memang dirasa butuh nutrisi daging, serta kekurangan pangan di sekitar rumah. Sehingga bukan hanya kita yang senang, tapi juga orang lain yang menerima daging tersebut. Mungkin saja doa mereka untuk si buah hati sangat baik dan bisa dikabulkan oleh Allah SWT.

Sumber; http://www.wajibbaca.com/2017/03/hajatan-anak-apa-boleh-orang-tua-makan.html
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement