Friday, March 24, 2017

Hanya Dua Kunci Utama Bahagia dalam Rumah Tangga, Tapi Tak Banyak yang Bisa

author photo

Rumah tangga bahagia, ya pastinya idaman setiap pasangan. Namun itulah manusia terkadang keinginannya tak sekeras usahanya (baca: sebagian besar orang). Jadi sebenarnya hanya ada 2 kunci utama bahagia dalam keluarga.

Apa kuncinya? 1. Terbuka dan 2. Percaya. Ya, sesimple itu!

Keterbukaan merupakan kunci awal yang paling ampuh untuk menghadapi tantangan dan memecahkan persoalan dalam kehidupan berumah tangga. Suami dan isteri dituntut saling terbuka dan menyampaikan perasaan serta keinginan dirinya secara leluasa.

Jangan ada hambatan komunikasi antara mereka berdua sejak dari awalnya, karena membiasakan diri berkomunikasi dengan penuh keterbukaan dan kelegaan hati akan membuat hubungan akan tetap baik-baik saja.

Mustahil jika dalam sebuah hubungan tidak akan dihinggapi suatu permasalahan, jadi untuk menjadikan semuanya tetap selaras sampek tua nanti harus selalu ditanamkan rasa kepercayaan dan keterbukaan, karena kedua hal tadi adalah kunci untuk membuka rahmat Allah dalam menjaga rumah tangga tetap sakinah, mawaddah warahmah.

Karena Keterbukaan Dan Kepercayaan Adalah Cara Mengenal Karakter Masing-Masing Agar Tidak Terjadi Kesalah Fahaman

Kita memang butuh waktu untuk saling mengenal bagaimana pribadi pasangan kita, karena pernikahan jangka waktunya bukan hanya dua hari ataupun satu minggu. Kita akan saling membutuhkan hingga ajal menjemput, jadi sangatlah jelas jika kita harus mengenal pribadi masing-masing.

Agar ketika terjadi suatu permasalahan yang diakibatkan oleh kesalah fahaman, kita bisa dengan bijak menyelesaikannya. Tanpa harus mendiamkan ataupun menegurnya dengan emosi.

Satu Kali Sakit Hati Yang Begitu Sakit Lebih Baik Dari Pada Harus Sakit Hati Yang Berkepanjangan Gara-Gara Mendiamkan Kesalah Fahaman

Kesalah fahaman akibat tidak bisa terbukanya kita kepada pasangan akan menimbulkan masalah hati yang sangat menyiksa. Karena biasanya jika kita tidak punya keberanian untuk bertanya atau memulai pembicaraan, maka masalah yang ada akan terus mengikis hati.

Padahal kita masih belum tahu permasalahan itu sebenernya ada, atau memang karena ego kita yang selalu khawatir karena pada kejadian sebelumnya pasangan pernah melakukan kesalahan seperti itu.

Lebih baik sakit hati satu kali yang begitu menyakitkan, ketimbang sakit hati yang berlarut-larut hanya kurang beraninya kita untuk terbuka apa yang tengah melanda perasaan kita.

Jangan Biasakan Mendiamkan Suatu Permasalahan, Jika Memang Harus Ada Yang Harus Dibenahi, Katakanlah!

Ini biasanya dilakukan oleh seorang suami, hanya karena takut menyakiti perasaan istri, ia rela memendam segala yang menyiksa batinnya. Padahal jika memang istri bersalah ataupun melakukan keteledoran yang membuat dirinya tersinggung ataupun semacamnya, hal paling baik adalah menegurnya, beritahukan kesalahannya secara baik-baik.

Karena memang tidak baik mendiamkan suatu permasalahan, jika memang harus ada yang memang patut dibenahi, maka katakanlah dengan berterus terang. Sebab, mendiamkan sama saja kita membiarkan kesalahan yang dilakukan olehnya, buktikanlah bahwa kita mampu mengayominya dengan terus menjaganya dari keslahan-kesalahan yang tanpa sadar ia lakukan.

Berterus Teranglah Meski Terasa Menyesakkan Didada, Karena Komunikasi Itu Jalan Untuk Selalu Damai

Jangan terlalu getir untuk menyentuh perasaannya dengan sebuah teguran kecil. Berterus terang meski menyesakkan hati dan menyisakan luka akan lebih baik dari melindungi perasaannya tapi tetap membiarkannya larut dengan kesalahannya.

Tidak bosan dalam berkomunikasi adalah jalan terbijak untuk menghindari konflik yang akan menyambangi, karena hubungan rumah tangga yang damai itu tercipta dari seringnya kita berkomunikasi dan terbuka atas segala sesuatu yang telah kita alami dan kita rasa.

Tidak Usah Merasa Diri Paling Benar Untuk Menyingkap Suatu Permasalahan, Sadarilah Bahwa Kita Sama-Sama Mempunyai Kekurangan

Instropeksi diri dulu sebelum berkomunikasi, apa ia kita sudah benar via 

Dan jangan merasa diri paling benar ketika mendapati kasalahan yang dilakukan oleh pasangan. Selalu sadarilah bahwa kita juga masih mempunyai kekurangan, hanya saja saat diri kita berada diposisi yang benar, Allah tengah menjaga kita.

Tetapi siapa yang tahu tentang keadaan kita nanti, besok dan lusa, karena bisa saja kesalahan kita akan lebih parah dari apa yang dilakukan pasagan kita. Jadi tidak usah merasa diri paling benar untuk menyingkap suatu permasalahan, agar tercipta saling mengingatkan satu sama lain.

Sumber; http://www.wajibbaca.com/2017/03/hanya-dua-kunci-utama-bahagia-dalam.html
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement