Thursday, March 30, 2017

Orang yang Suka Merendahkan Orang Lain, 7 Sifat ini Selalu Melekat Padanya

author photo

Apa yang anda rasakan saat ada orang yang menyebarkan berita buruk tentang saudara, keluarga, atau bahkan diri kita sendiri? "Mungkin" marah, mencari orang yang menyebar berita tersebut, atau membuat berita buruk tandingan dan menyebarkan kepada banyak orang atau yang lebih elegan kita diam saja, karena kabar tersebut telah kita klarifikasi terlebih dahulu hanyalah sebuah "fitnah" belaka.

Nah, reaksi orang pasti berbeda-beda bukan, ketika kita merendahkan seseorang, terkadang saat itu kita berasa hebat. Apalagi ketika merendahkan itu, kita merupakan salah satu orang yang berpengaruh di masyarakat, lalu merendahkan orang yang miskin, kecil dan rendah. Masyaallah.

Terkadang, diantara teman sendiri, disaat kita mempunyai kelebihan harta atau apapun itu, kita sering tidak sadar merendahkan teman kita. Walaupun niat kita hanya bercanda, tetapi kita tidak tahu bahwa hati teman kita merasa sakit saat direndahkan.

Bercanda dan Memotivasi seseorang, bukan berarti dengan cara merendahkan dan mencaci maki perbuatan buruknya. Apalagi jika Anda adalah seseorang yang terpandang sebagai orang berpengaruh seperti Guru, atau Dokter dan yang lainnya. Ada beberapa sifat buruk yang melekat pada orang yang suka merendahkan orang lain, diantaranya sebagai berikut:

1. Sombong / Angkuh

Ketika ada orang yang merendahkan orang lain, dengan cara mencaci maki orang tersebut, pasti di dalam hatinya akan terbesit bahwa dirinya itu merasa lebih baik darinya. Misalnya orang itu berkata “kamu itu bodoh, tidak mungkin bisa masuk ke Universitas Negeri, balik aja sana!!!”, "Ini orang tahu nggak sih, itu bid'ah (padahal kata bid'ah sendiri dia tidak tahu)".

Jadi saat kamu merendahkan seseorang, akan terbesit dan timbul rasa sombong bahwa kamu itu seolah lebih baik dari orang tersebut. Untuk itu, janganlah kita merendahkan orang lain. Sebab, mungkin saja orang yang kita rendahkan itu, memiliki derajat yang lebih baik dari kita di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

2. Mempunyai Hati yang Keras dan Menolak Kebaikan

Sudah pasti bahwa orang yang suka merendahkan orang lain, mempunyai hati yang keras. Mengapa demikian? Misalkan ketika ia melakukan yang salah, ada orang yang menasihatinya. Namun karena orang tersebut memiliki hati yang keras, ia malah menolak nasihat tersebut, bahkan sampai merendahkan orang tersebut.

Artinya saat orang itu tidak mau menerima nasihat baik, meskipun nasihat itu benar untuk dirinya, ia akan menolaknya, karena ia merasa lebih baik dari orang yang menasihatinya.

3. Selalu Berprasangka Buruk Sangka (Suudzon)

Mengapa orang yang selalu merendahkan orang lain mempunyai sifat suudzon? Karena kebanyakan orang yang suka merendahkan itu adalah orang yang selalu berburuk sangka kepada orang lain, bisa kita ketahui bahwa orang yang selalu merendahkan orang lain, menganggap dirinya paling baik. Jadi mereka hanya berfikir positif untuk dirinya sendiri tetapi melihat orang selalu berburuk sangka dan tidak lebih baik darinya.

Misal dia berkata, "jangan didekati, dia wahabi (padahal mereka tidak tahu wahabi itu apa, yang dia tahu orang yang kalau shalat injak-injak kaki orang)".

4. Tidak Berhati-hati (Ceroboh)

Orang yang suka merendahkan orang lain, dirinya tidak berfikir dulu akibatnya sebelum bertindak, dia hanya mementingkan emosi dan hawa nafsunya saja. Terkadang orang yang merendahkan orang lain, mereka lebih bersifat ceroboh, bahkan tidak peduli akibat dari perbuatan mereka. Sifat ceroboh ini biasanya identik dengan tidak berhati-hati, tidak cermat, dan tidak dipikirkan baik-baik dan kurang ajar.

Misal menyikapi suatu informasi, "Rasulullah tidak mengajarkan salaman setelah shalat". Tanpa membaca informasi dan mencermati statement tersebut dia menyimpulkan, "siapa yang bilang", "cetek itu ilmunya", "bodoh itu", "wahabi orang itu", "biar saja itu memang memecah belah persatuan". Padahal bila mau jeli hanya dengan kalimat itu, bisa didapat berbagai kemungkinan, 1. Rasulullah tidak melarang salaman. 2. Rasulullah tidak mengatakan salaman setelah shalat dosa, 3. Rasulullah tidak melarang salaman sebelum shalat.

Nah kemungkinan itu hanya dalam statement saja. Bahkan mungkin informasi akan lebih baik karena dimaksudkan memberikan pengetahuan kepada orang-orang. Bahwa salaman itu setelah shalat itu "bukan rukun shalat dan wajib" dikerjakan, namun dikerjakan pun tidak mengapa.

5. Tidak Bijaksana

Orang yang suka merendahkan orang lain adalah orang yang tidak menggunakan akal dan budi pekertinya, terlebih lagi mereka kurang berhati-hati dan tidak cermat karena orang yang pandai menggunakan akal dan budi pekertinya tidak akan mudah untuk mencaci-maki seseorang.

Hal ini masih berhubungan erat dengan point no 4, tidak hati-hati, ceroboh, dan tidak cermat adalah sifat orang yang tidak bijaksana.

6. Bodoh

Sebutan yang pas untuk orang suka yang mencaci maki dan merendahkan orang. Mereka tidak mengetahui kelemahan dan kekurangan mereka hanya mengetahui kekurangan orang lain. Mereka tidak memiliki pengetahuan tentang akibat mencaci maki dan merendahkan orang lain

7. Pemarah

Buas seperti binatang buas yang suka melawan dan suka marah, Terkadang suka memukul orang yang suka mencaci maki itu. tapi terkadang juga orang yang pendiam tetapi sekali berbicara – langsung membuat telinga sakit, itu malah lebih sadis menurut saya. karena kita tahu dia pendiam baik tetapi ternyata sekali berbicara langsung merendahkan orang. itu seperti berbalik 90 derajat.

Demikianlah diantara tujuh sifat orang yang suka merendahkan orang lain. Mudah-mudahan kita tidak termasuk kepada kategori orang-orang yang suka merendahkan orang lain. Semoga bermanfaat.

Sumber; http://www.wajibbaca.com/2017/03/orang-yang-suka-merendahkan-orang-lain.html
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement