Thursday, April 6, 2017

Anak Semata Wayangku Menjadi Semakin Tertutup. Aku Harus Bagaimana?

author photo

Betapa menyenangkan bagi para orangtua dalam mengasuh dan membesarkan anak yang dimiliki, apalagi jika ia adalah anak semata wayang dalam keluarga.

Anak yang sejak kecil kita rawat dengan penuh kasih sayang, memenuhi setiap kebutuhannya, menjadi orangtua dan teman baginya merupakan sebuah pengalaman yang tidak pernah ternilai bagi siapa pun.

Namun seiring bertambah dewasanya si anak, sering kali masa-masa indah di mana kita sebagai orangtua selalu mendapatkan cerita dan pengalaman dari anak lambat laun akan semakin berkurang rasanya.

Bahkan anak menjadi cenderung lebih tertutup pada orangtuanya sendiri terutama pada beberapa hal yang sifatnya menurut mereka pribadi.

Orangtua dan keluarga tidak lagi menjadi yang utama dalam prioritas mereka. Yang lebih parah malah ada juga yang sampai menjadi tidak jujur pada orang tuanya.

Dalam mewujudkan kembali hubungan tersebut dibutuhkan beberapa upaya yang dapat membuat anak merasa nyaman dan aman untuk sering menceritakan isi hati mereka kepada kita, seperti:

1. Biasakan untuk sering berkomunikasi dengan anak

Ajak anak mengobrol ringan tentang apa pun yang berkaitan dengan dirinya. Memanfaatkan waktu yang ada untuk selalu berkomunikasi terbuka bersama anak akan membangun sebuah hubungan yang hangat di dalam keluarga yang akan membuat anak menjadi nyaman untuk menceritakan masalahnya pada Anda.

2. Tunjukkan kepedulian dan hargai privasi

Peduli tidak selalu harus manjadi terlalu ikut campur. Kepedulian dapat ditunjukkan dengan berbagai cara yang Anda tahu itu tidak akan mengganggunya. Berikanlah pemahaman bahwa kepedulian tersebut karena rasa sayang Anda sebagai orangtua tanpa ingin ikut campur terlalu jauh jika tidak diinginkan. Menanyakan kabar melalui sms atau telepon sesekali tentu akan sangat berpengaruh.

3. Harus selalu ada untuknya

Meski belum sering dijadikan tempat untuk berbagi oleh anak, sebagai orangtua kita tidak boleh berkecil hati. Tetaplah menjadi orangtua yang akan selalu ada ketika ia membutuhkannya dan siap membantunya jika ia mengalami masalah.

4. Mau mendengar

Dengan mau mendengarkan ketika anak menceritakan sesuatu pada Anda akan memberikan rasa nyaman dan rasa peduli yang membuat anak selalu ingin menceritakan sesuatu pada orangtuanya. Hal ini sebaiknya dilakukan sedini mungkin sebelum anak beranjak dewasa agar manjadi sebuah kebiasaan yang akan tertanam pada diri anak bahwa orangtuanya adalah orangtua yang peduli terhadapnya.

5. Berikan masukan, bukan perintah

Hindari memberikan nasihat seperti perintah saat anak berhadapan dengan suatu masalah. Nasihat yang terlihat seperti sebuah masukan akan jauh lebih dihargai oleh anak ketimbang perintah yang seakan-akan harus ia ikuti dan belum tentu sesuai dengan apa yang diinginkannya dikutip dari keluarga.com

Sumber; http://www.wajibbaca.com/2017/03/anak-semata-wayangku-menjadi-semakin.html
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement