Tuesday, April 25, 2017

"Bagaimana aku memberi, sedang aku saja kekurangan" Benar-benar Salah Kaprah

author photo

Rezeki itu datangnya dari Allah dan kita harus percaya hal itu. Bagaimana kita bisa kekurangan kalau kita memudahkan mahluk Allah yang lainya, bagaimana kita kekurangan kalau kita menolong dan membantu sesama.

Dan berikut dengan sangat jelas Allah menjanjikan balasan berlipat ganda bagi orang yang bersedekah,

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan serta melapangkan (rejeki) dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (QS. Al Baqarah:245)

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah maha luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui.” (QS. Al Baqarah:261)

Untuk lebih jelasnya dalam kehidupan nyata mari kita simak bersama kisah 'Ulat dan Pohon Mangga' berikut ini.

Seekor ulat yang kelaparan terdampar di tanah tandus. Dengan lemas ia menghampiri pohon mangga sambil berkata, “Aku lapar, bolehkah aku makan daunmu?”

Pohon mangga menjawab, “Tanah di sini tandus, daunku pun tidak banyak. Apabila kau makan daunku, nanti akan berlubang dan tidak kelihatan cantik lagi. Lalu aku mungkin akan mati kekeringan. Hmmm… tapi baiklah, kau boleh naik dan memakan daunku. Mungkin hujan akan datang dan daunku akan tumbuh kembali.”

Ulat naik dan mulai makan daun-daunan. Ia hidup di atas pohon itu sampai menjadi kepompong dan akhirnya berubah menjadi kupu-kupu yang cantik.

“Hai pohon mangga, lihatlah aku sudah menjadi kupu-kupu. Terima kasih karena telah mengizinkan aku hidup di tubuhmu. Sebagai balas budi, aku akan membawa serbuk sari hingga bungamu dapat berbuah.”

"Hikmah cerita di atas"

Dalam hidup kita sering memperhitungkan untung rugi pengorbanan yang dilakukan. “Jika saya memberi, saya akan kekurangan. Bagaimana mengatasinya?” Atau, “Bagaimana kalau ternyata saya ditipu?”

Tapi sadarkah kita, setiap kita memberi, ada sepercik sukacita di hati?

“Lakukan apa yang menjadi bagianmu, dan jangan berpikir apa yang akan kita dapat.”

Bila ingin memberi, lakukan saja karena semuanya akan kembali ke kita juga.

Sumber; http://www.wajibbaca.com/2017/04/bagaimana-aku-memberi-sedang-aku-saja.html
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement