Monday, April 3, 2017

Berhati-hatilah, Karena Lidah Itu Senapan, Maka yang Terlontar Adalah Peluru!

author photo

Ada yang bilang mulutmu itu harimaumu, dan yang terjadi memang ialah karena alasan lidah tak bertulang yang membuat ia mudah bergerak dan mengucapkan kata-kata. Mulai dari sebuah lantunan bacaan Al-Qur'an, ucapan yang bermakna, sampai celaan yang membuat luka.

“Lisan orang yang berakal muncul dari balik hati nuraninya. Maka ketika hendak berbicara, terlebih dahulu ia kembali kepada nuraninya. Apabila ada manfaat baginya, ia berbicara dan apabila dapat berbahaya, maka ia menahan diri. Sementara hati orang yang bodoh berada di mulut, ia berbicara sesuai apa saja yang ia mau." (HR. Bukhari-Muslim).

Betapa banyak orang yang sukses dan disegani karena menjadi pembicara ataupun motivator. Sebaliknya, tak sedikit yang mengalami masalah besar lantaran perkataan yang keluar dari mulutnya sering sembarangan.

Oleh karena itu sebagai seorang muslim harus berhati-hati sebelum berkata. Beberapa hal di bawah ini perlu kamu perhatikan sebelum menumpahkan kata-kata kepada orang lain.

1. Tidak Berkata Keji dan Mencela

“Bukanlah seorang mukmin jika suka mencela, melaknat, dan berkata-kata keji." (HR Tirmidzi).

Hadits di atas cukup menjadi pengingat bagi kita untuk tidak membiasakan berkata keji. Belum tentu kamu lebih baik daripada orang yang kamu cela. Bisa jadi ia yang kamu cela lebih pantas menghuni surga dibandingkan kamu.

2. Pikir Dahulu Sebelum Berbicara

Sekali kata-kata buruk keluar dan menyakiti orang lain, maka kamu tidak bisa mencabutnya. Bahkan ada beberapa orang yang sulit mengikhlaskan sakit hatinya meskipun kamu sudah meminta maaf. Oleh karena itu berpikir sebelum berbicara sangat penting. Pikirkan dahulu apakah perkataanmu benar atau salah. Jika benar pikirkan juga apakah menyakiti orang lain atau tidak.

Meskipun kamu mendapat informasi yang benar sekalipun, kamu tak pantas menyampaikan semua yang kamu dengar. Kamu harus memilah mana yang pantas dikatakan dan mana yang tidak pantas dikatakan. Seperti sabda Rasulullah SAW, “Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar." (HR. Muslim).

3. Sekali Bohong Akan Selalu Bohong

Jika kamu sekali berbohong, maka kamu akan melakukan kebohongan-kebohongan yang lain untuk menutupi kebohonganmu yang pertama. Kamu seakan masuk ke dalam lingkaran kebohongan dan semakin sulit keluar darinya. Oleh karena itu sebisa mungkin hindari kebohongan. Pegang teguh kejujuran meskipun itu pahit dan tidak mudah.

4. Jangan Debat Kusir

“Aku jamin rumah di dasar surga bagi yang menghindari berdebat sekalipun ia benar, dan aku jamin rumah di tengah surga bagi yang menghindari dusta walaupun dalam bercanda, dan aku jamin rumah di puncak surga bagi yang baik akhlaknya." (HR Abu Daud).

Debat kusir adalah debat yang tidak memberikan manfaat. Menang tidak mendapatkan apa-apa dan kalah hanya akan sakit hati. Jika ada orang yang mengajakmu berdebat segeralah menghindar. Adab berbicara ini juga berlaku di sosial media. Jangan asal update status dan share informasi yang belum terbukti kebenarannya.

5. Hindari Ghibah

Kamu sudah sering mendengar bahwa membicarakan aib saudaramu sama saja dengan memakan bangkai saudaramu sendiri. Tentu kamu tidak akan suka memakan bangkai saudaramu. Oleh karena itu hindarilah ghibah. Biasanya kaum hawa yang paling banyak melakukan ghibah.

Jika memang kamu kesulitan menghindar dari pembicaraan yang demikian, hindarilah lingkungan yang suka membicarakan aib orang lain. Hindari juga menonton acara infotainment yang membicarakan keburukan artis. Selain menumpuk catatan dosa, kamu hanya membuang waktu menonton acara yang tidak bermanfaat.

Menjadi sebuah kesimpulan, seseorang yang ingin hidup dengan damai hanya karena sebuah ucapan. Maka jagalah lidah, jaga hati dan pikiran pula. Sehingga apapun yang dilakukan semata-mata hanya mengharap ridha dari Allah SWT agar semua berjalan dengan baik dan kita semua digolongkan ke dalam orang-orang yang beriman dan beramal shaleh.

Sumber; http://www.wajibbaca.com/2017/03/berhati-hatilah-karena-lidah-itu.html
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement