Monday, April 3, 2017

Cinta itu Makanan Jiwa, Entah Halal atau Haram, Kamu yang Menentukan!

author photo

Apa yang seseorang ketahui tentang cinta? Mungkin bagi banyak orang, cinta merupakan ketertarikan antara satu individu dengan yang lain, dimana pada akhirnya mereka akan saling membutuhkan dan terikat untuk tetap bersama. Seperti roti lapis dengan isian coklat didalamnya bukan? Sangat lengket.

Benar, cinta itu seperti makanan yang diperlukan saat kita lapar. Menolak makanan yang enak, segar, dan sehat adalah sebuah penyiksaan dan menzalimi diri sendiri. Mengambil makanan yang kotor, busuk, dan mendatangkan penyakit serta mudharat juga sesuatu yang boleh mengundang murkaNya. Ketika seseorang memiliki keinginan untuk makan itu, makan ini, apakah dia salah? Lihatlah, keinginan itu tidak salah, yang salah adalah ketika bagaimana dia mengekspresikan keinginannya.

Jika dengan cara dia memasak sendiri, atau mencari uang lewat pekerjaan yang halal untuk membeli makanan itu, atau mengusahakan sendiri dengan bercucuk tanam dan seumpamanya, itu sesuatu yang sangat mulia, bahkan Dia redhai dengan ganjaran yang sungguh luar biasa. Tapi, jika ia mendapatkannya dengan mencuri, atau melakukan kerja-kerja yang haram, dia sedang mengundang murka Allah terhadap dirinya.

Demikianlah cinta, saat jiwa lapar, cinta itu datang layaknya sebuah makanan, dan saat ini, iman, emosi, dan akal akan saling beradu memain peran, mereka berargumen dan saling menejelaskan satu sama lain tentang jalan terbaik untuk mendapatkan 'makanan' itu.

Lihatlah apa yang kuat, ia lah yang menang.

Bila yang kotor yang menang, maka kotorlah nilai cinta itu, bila yang suci yang menang, maka sucilah nilai cinta itu. Perasaan dan keinginan tidak salah, yang salah adalah reaksi dan respon kita terhadap perasaan dan keinginan itu.

HARAM, apakah ia menginginkan sebuah perzinaan dan hanya cinta semu sebagai pemuas nafsu.

HALAL, jika seseorang itu meyakini untuk hubungan ke arah pernikahan dan menjauhi zina sebelum terikat di hadapan Allah SWT?

Satu hal yang kita tahu, tak semua makanan yang kita inginkan akan kita dapatkan, walaupun keinginan itu benar-benar wujud dan kuat. Cinta, tidak salah, jalan-jalan mendapatkan cinta, itulah yang menentukan ia salah atau benar, ia mengundang redha atau murka Allah.

Semoga kita mengelola 'cinta' dengan acuan yang sudah Dia sediakan lewat risalah-Nya.

Oh ya, jangan menyiksa diri ketika kau tak mendapatkan makanan yang kau inginkan, masih banyak makanan yang halal dan boleh kau dapatkan dengan jalan yang halal. Jangan sampai kau dapatkan yang haram atau dengan jalan yang haram hanya kerana ingin menghilangkan rasa laparmu, demi memenuhi keinginanmu terhadap makanan itu.

Untuk apa kau kenyang sedang murka Allah menyertaimu? Pilihlah untuk kenyang dengan ridha-Nya. Hidupmu akan berkah dan selalu dalam naungan rahmat-Nya. Makanlah makanan itu dengan ikhlas sekalipun jika ia bukan makanan yang kau inginkan, ia tetap bisa mengenyangkanmu, yang penting Dia redha dan tidak murka kepadamu, itulah yang lebih nikmat melebihi apapun.

Namun, jika kau diberikan kekuatan dan kemampuan untuk mendapatkan makanan itu, sesukar apapun, semahal apapun, sajauh manapun ia berada, silahkan, kau berhak memenuhi keinginanmu, asal kau pilih dan jaga jalan-jalan dan haluan yang ingin kau gunakan untuk mendapatkannya, jangan sampai menghilangkan barokah dan mengundang murka-Nya pula.

Sumber; http://www.wajibbaca.com/2017/03/cinta-itu-makanan-jiwa-entah-halal-atau.html
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement