Thursday, April 20, 2017

Karena Ayah Hanya Meminta Ini, Untukmu Putri Kecil Kami yang Kini Dewasa

author photo

Jangan, jangan kamu berubah. Duhai putri kecil ayah dan ibu, yang dulu selalu merengek dengan hal-hal yang ingin diketahui. Seseorang yang selalu menunggu ayah pulang di depan pintu dan bersorak riang ketika tahu ayah sudah sampai dan memelukmu. Ah, benar begitu kan putri kecil ayah? Ayah tau, sekarang ini kamu telah beranjak dewasa dan ingin menjalani hidup sendiri.

Namun satu hal, ayah tak pernah merasa bahwa dirimu merepotkan. Sungguh ayah sangat bangga kepadamu, meskipun sekarang ini dirimu belum menjadi seseorang yang hebat di mata mereka semua, tapi ayah selalu tahu jika kamu si putri kecil yang luar biasa, tak seperti mereka yang dibanggakan oleh ayah mereka. Ya, ayah mereka.

Duhai anakku, kemarin aku bertemu teman-temanku. Mereka dengan bangga menceritakan anak-anaknya yang baru selesai S3.

Ada yang baru saja datang ke wisuda anaknya di Melbourne.
Ada yang bangga karena anak semata wayangnya sudah menjadi dokter.
Ada yang bangga anaknya jadi direktur dan manajer.
Ada yang bangga karena anaknya menjadi pemenang cober girl.
Ada yang bangga karena anaknya menjabat asistent manager.
Ada yang bangga karena anaknya menjadi fashion designer.

Ayah hanya mampu tersenyum dan mengucap selamat pada mereka semua.

Bukan… Bukan karena ayah iri ataupun kecewa, bukan pula karena ayah ingin berada di posisi mereka, melainkan karena ayah bangga memiliki putri seperti dirimu.

Yang hatinya tak pernah terpaut oleh dunia.
Yang matanya tak pernah tergiur oleh emas mutiara.
Yang pribadinya ayah do’akan mampu menjadi anak shalihah.
Ayah tak pernah memintamu untuk mampu menjadi mereka, atau bahkan lebih dari mereka, karena ayah sadar kebahagiaan dunia tak akan membahagiakan selamanya, cukuplah menjadi putri ang selalu ayah cinta.

Dengan kesederhanaan dan hijab syar’inya.
Dengan ketaatanmu kepada Allah semata.
Dengan ketaatanmu kelak pada suamimu saja.
Cukuplah kau tutup auratmu.
Cukuplah kau jadikan Al-Qur’an sebagai teman hidupmu.
Cukuplah do’amu selalu untukku.
Duhai putriku, cukup jadilah wasilah untukku dan ibumu meraih syurga Allah.

Tak perlulah kaya terlalu berlebih di dunia, cukup mudahkan kami menuju syurga-Nya.
Maka ayah akan selalu bangga memilikimu.
Cukuplah ketaqwaanmu pada Rabb.

Mudahkanlah kami menuju syurga dengan akhlaqmu, jangan seret ayah dan ibumu ke neraka.
Sungguh, ayah dan ibu lebih bangga bila melihatmu tumbuh menjadi wanita shalihah.
Hanyalah itu yang ayah dan ibumu ini inginkan darimu. Untukmu putri kecilku, maukah kamu mewujudkannya?

Dari ayahmu.

Sumber; http://www.wajibbaca.com/2017/04/karena-ayah-hanya-meminta-ini-untukmu.html
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement