Tuesday, April 4, 2017

Karena Sabar Itu Marah yang Tertunda, Maka Mengalahlah

author photo

"Jangan bikin emosi terus dong, sabar itu ada batasnya!, harus sabar.. harus sabar"

Sering seperti itu? Mungkin bagi kebanyakan orang kata sabar adalah sebuah mantra yang membuat si empunya diam dan dingin dari luar, namun layaknya menyimpan lahar panas yang meletup-letup siap untuk diledakkan.

Sabar, ah mudah sekali mengucapkannya tapi sulit sekali untuk benar-benar mencoba melakukannya. Kita lebih mudah terpancing emosi saat menghadapi masalah. Rasanya nggak tahan kalau nggak langsung ngomel saat berada di sebuah situasi yang bikin kita nggak nyaman.

Tapi kadang marah-marah juga nggak menyelesaikan apapun. Adakalanya kita perlu lebih bersabar. Nggak langsung marah-marah tapi lebih bijak dalam menjaga sikap dengan mengalah. Mengalah? Aduh, itu kan nggak gue banget? Oh well,kadang dengan mengalah kita bisa membuat situasi jadi lebih kondusif.

Mengalah Nggak Bikin Kita Jadi Pengecut

Kamu bukan pengecut kok saat memilih untuk mengalah. Justru di sini kamu bisa menunjukkan kekuatan sabarmu yang sesungguhnya. Kamu lebih milih untuk mundur sejenak, menunggu situasi lebih kondusif, mengumpulkan energi dan tenaga, baru "menghajar" yang jelas salah. Sikap dan tindakanmu juga akan lebih terarah saat pikiran sudah jernih kembali.

Untuk Jadi Sabar Itu Jelas Butuh Perjuangan

Nggak semua orang bisa sabar. Nggak semua orang bisa selalu sabar dalam menghadapi sebuah situasi. Apalagi jika situasi yang dihadapi itu berhubungan dengan orang-orang yang suka ngeyel dan menang sendiri, kalau kita tak menggunakan akal sehat kita maka semua bisa runyam nggak karuan. Masalah kecil bisa jadi besar kalau nggak ada yang berusaha untuk sabar dan mengalah.

Kebanyakan Orang yang Bisa Mengalah Itu yang Benar-Benar Bijaksana

Bijak dan dewasanya dirimu ditentukan dan bisa dinilai dari caramu bersikap saat menghadapi sebuah masalah. Kalau ada satu masalah sudah panik dan hilang akal sehat, bagaimana bisa cari jalan keluarnya? Kalau muncul sebuah konflik tapi langsung marah-marah, nantinya masalah jadi makin rumit dan susah diselesaikan. Kebanyakan cuma orang yang benar-benar bijak saja yang tahu kapan saat mengalah dan kapan saat untuk benar-benar bertindak menyelesaikan masalah.

Mengalah bisa jadi bagian terpenting dalam usaha menyelesaikan sebuah masalah. Apalagi kalau masalah itu melibatkan orang-orang yang susah diatur dan kekanak-kanakkan, kita memang perlu bersikap lebih dewasa dengan meningkatkan level kesabaran kita.

So,bisakah kamu jadi orang sabar yang lebih memilih mengalah untuk sesaat meski ada peluang untuk marah-marah? Setiap orang punya caranya sendiri dalam menyikapi sebuah permasalahan dan semoga kita tak salah melangkah saat berusaha menyelesaikan sebuah kerumitan masalah.

Sumber; http://www.wajibbaca.com/2017/03/karena-sabar-itu-marah-yang-tertunda.html
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement