Saturday, April 22, 2017

Ketika Tubuh Lemas, Ibadah Malas, Hati pun Menjadi Kebas

author photo

Salah satu tujuan diciptakan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah swt. Ibadah tersebut mengaitkan segala sesuatunya hanya karena Allah swt, bukan karena niat terselebung dzat yang bukan selain-Nya.

“Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat: 56).

Bumi adalah pijakan sementara, ia hanya jembatan penghubung menuju kehidupan sesungguhnya. Jembatan tersebut hanyalah pijakan semu yang berusaha membuat manusia terlena dengan keindahan dekorasinya. Karena sesungguhnya, manusia dan makhuk lainnya akan kembali pada tempat sesungguhnya bernama akhirat.

“Maka apakah kamu mengira, bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami?” (QS. Al Mu’minun: 115).

Bukan tanpa alasan manusia berada di jembatan penghubung itu, ia diberikan pilihan bagaimana harus memilih tempat tujuan akhirnya. Memilih daratan indah bernama surga, atuu terjun menuju lautan neraka yang fana.

“Apakah manusia mengira, bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?” (QS. Al Qiyamah: 36).

Namun, tetap saja manusia adalah makhluk yang dibekali dengan hasrat dan perasaan. Selalu ada sifat alamiah manusia yang timbul disela-sela melakukan ibadah terhadap Sang Pencipta. Dan sifat yang kadang muncul tanpa diduga adalah malas untuk beribadah. Kadang istilah ‘mager’ menjadi kata tersendiri yang diucapkan saat malas datang mendera.

Berhati-hatilah, jika rasa malas beribadah mulai menghantui waktu-waktu berharga Anda, mungkin hal tersebut disebabkan karena hal-hal berikut ini.

Bersahabat dengan dosa dan maksiat

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.” (QS. Asy-Syura:30).

Karena segala perbuatan akan mendapatkan pertanggungjawabannya sendiri. Dan saat kita terbiasa membenarkan hal salah, dan membiarkan hal yang tidak benar, maka saat itu pintu-pintu kemalasan mulai terbuka dengan sendirinya.

Melupakan hakikat utama ibadah

“Dan orang-orang yang berjihad untuk mencari keridhaan kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.”(QS. Al-ankabut:69).

Terlalu mencintai dunia dan lupa akhirat

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.”(QS. Ali Imran : 185).

Lisan yang tidak terjaga

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari Muslim).

Dekat dengan perkara yang tidak bermanfaat

“Diantara kebaikan islam seseorang adalah meninggalkan hal yang tidak bermanfaat” (HR. Tirmidzi).

Itulah beberapa hal yang disinyalir menyebabkan seseorang merasa malas dan mengalami kemunduran dalam hal ibadahnya. Sejatinya, hati manusia laksana pohon yang senantiasa harus disirami dengan amalan-amalan yang akan membuatnya tetap hidup, bukan membiarkannya mati begitu saja. (Dilansir dari laman media Islam terkemuka).

Sumber; http://www.wajibbaca.com/2017/04/ketika-tubuh-lemas-ibadah-malas-hati.html
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement