Tuesday, April 11, 2017

Memang Tak Bisa Tentukan Baik Tidaknya Seseorang, Namun 8 Ciri ini Cukup Memberi Gambaran Orang yang Baik

author photo

Mahluk paling sempurna adalah kita para manusia yang dibekali akal dan kelima indera. Namun begitu, meski dikatakan sempurna masih banyak hal-hal yang belum dapat dijangkau dan dimengerti akal pikiran kita.

Tak perlu jauh-jauh melihat kedahsyatan anugerahNya kepada kita, para malaikatNya, dan semua hal indah di muka bumi ini. Lihat saja tingkah laku kita. Meski dibekali akal dan pikiran, kita juga punya hati. Dengan perasaan yang terkadang senang atau sedih itu semua akan berpengaruh pada hati kita, pada pikiran kita dan terwujud kedalam tindakan.

Sebagai mahluk sosial, tentunya kita tak lepas dari yang namanya pergaulan. Saat bergaul itulah kita akan menjumpai berbagai karakter orang. Ada yang memang tulus, ada yang hanya terlihat baik diluar namun punya maksud tertentu.

Tentunya kita pun harus waspada. Nah, bagaimana cara melihal orang ini baik atau tidak? Berikut 8 ciri yang cukup memberikan gambaran bahwa seseorang itu baik atau tidak.

Orang baik cenderung LEBIH BANYAK TERSENYUM

Percaya atau tidak, kebaikan seseorang bisa ditunjukkan dari cara dia tersenyum. Mengapa? Karena semakin banyak orang tersenyum, maka Hawa Positif akan bertebaran di sekitarnya. Selain itu, dengan tersenyum, orang akan terkesan lebih ramah dan bisa dipercaya.

Pikiran-pikiran negatif jarang menghinggapi orang baik, sedangkan orang jahat biasanya diliputi rasa iri hati dan dengki.

Orang Baik akan selalu MENANAMKAN PIKIRAN POSITIF dalam hidupnya. Bahkan saat dia mengalami masa-masa sulit sekalipun. Berbeda dengan orang jahat, saat kita berbicara dengannya akan banyak pikiran-pikiran atau gagasan buruk yang dia tebarkan. Bahkan dia bisa menyebar hawa iri dengki di sekitar kita. Sehingga suasana jadi tidak nyaman.

Orang Baik biasanya lebih sering MENYAPA DULUAN

Orang baik tidak akan keberatan untuk menyapa semua orang, bahkan terhadap orang yang berbuat jahat padanya sekalipun. Orang baik selalu terhindar dari rasa ingin dicari dan dibutuhkan. Dia biasanya tidak membutuhkan pengakuan orang atas kinerjanya selama ini.

Orang Baik TIDAK INGIN MENUNJUKKAN BAHWA DIA BAIK

Tapi orang jahat akan selalu membangun citra baik untuk dirinya.

Orang Baik selalu PINTAR MENGENDALIKAN EMOSI

Mereka terlihat sangat sabar dan toleran. Tidak mengutamakan kepentingan diri sendiri. Sebaliknya selalu mengutamakan kepentingan orang lain.

Orang Baik akan bercerita atau MEMBAGIKAN HAL-HAL YANG BERMANFAAT dengan tujuan memberi tahu.

Bukan untuk menggiring opini publik bahwa hanya dirinyalah yang benar.

Orang Baik selalu mengelurkan 3 kata sakti. Yaitu MAAF, TOLONG, dan TERIMA KASIH.

Orang Baik tidak akan keberatan untuk mengakui kelebihan orang lain.

Apalagi jika dia merasa salah. Mereka tidak akan segan-segan untuk MEMINTA MAAF DAN MEMPERBAIKI KESALAHAN. Berbeda dengan orang jahat yang memiliki gengsi tinggi dan menganggap dirinya selalu benar. Alamak.... Jangankan mengaku salah, menganggap orang lain berprestasi saja gengsinya minta ampun. Ada saja alasannya untuk menjatuhkan orang lain.

Semoga kita bisa melatih diri menjadi orang sabar.

Sumber; http://www.wajibbaca.com/2017/03/memang-tak-bisa-tentukan-baik-tidaknya.html
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement