Sunday, April 2, 2017

Potong Bulu Kemaluan Bukan Hanya Sunnah, Karena ini Akibatnya Jika Tidak Dipotong

author photo

“Sepuluh perkara yang merupakan fithrah: merapikan kumis, memelihara jenggot, bersiwak, memasukkan air ke hidung (ketika berwudhu), memotong kuku, membasuh ruas jari-jemari (ketika berwudhu), mencabut rambut ketiak, mencukur rambut kemaluan, dan istinja`(membersihkan kemaluan setelah buang air”. Salah seorang rawi hadits ini berkata, “Saya lupa yang kesepuluh, (tapi saya menduga bahwa yang kesepuluh adalah berkumur-kumur ketika berwudhu),” (HR. Muslim).

Apakah rambut yang tumbuh di sekitar daerah pribadi merupakan sesuatu yang penting dalam hubungan suami istri? Dari hadits di atas kita tahu ternyata mencukur rambut kemaluan adalah salah satu dari menjaga kebersihan diri, hadits ini hadir tentunya bukan tanpa alasan.

Kenapa harus mencukur rambut kemaluan? Menurut catatan medis sendiri, mencukur rambut kemaluan itu mutlak bagi siapapun karena akan dapat mempersempit pertumbuhan bakteri pada sekitar kemaluan. Selain itu rambut kemaluan yang pendek membuat kulit kemaluan jadi lebih sensitif saat menerima rangs*ngan dan sentuhan dari pasangan sah dan juga mengurangi bau tidak sedap.

Rambut kemaluan memiliki dua fungsi yaitu secara biologis dan sosial. Secara biologis, rambut-rambut yang tersembunyi pada perempuan berfungsi melindungi jaringan vulva yang lembut, dan mempertahankan suhu organ reproduksi tetap normal. Secara sosial, rambut kemaluan sering dipandang sebagai simbol kewanitaan yaitu seorang wanita dewasa memiliki rambut kemaluan yang membedakannya dari gadis kecil biasa.

Berapa lama dibiarkan tumbuh?
Secara umum pertumbuhan rambut kemaluan akan terhenti setelah 2 bulan, jadi rambut yang sudah panjang tidak akan bertambah panjang walaupun tidak dicukur. Jika pada rambut kemaluan yang panjang tersebut tidak terjaga kebersihannya maka akan menimbulkan pertumbuhan bakteri yang sangat mengganggu. Jadi untuk alasan kesehatan dan kebersihan lebih baik bila dibersihkan secara berkala. Tapi akan sangat sulit jika rambut kemaluan kita panjang karena meskipun sudah dibersihkan dengan sabun khusus organ pribadi ditakutkan masih ada bakteri membandel yang nempel di setiap helai rambut kemaluan.

Maka dari itu lebih baik jika kita mencukurnya. Cara mencukur rambut kemaluan bisa dengan alat cukur, mencabut, menggunting, laser, obat penghilang rambut, wax, atau teknik elektrolisa. Yang harus kita ingat, dalam Islam kemaluan itu merupakan salah satu aurat yang mesti dijaga dari orang-orang yang bukan muhrimnya jadi dalam mencukur rambut kemaluan hendaknya dilakukan oleh diri sendiri atau oleh suami atau istri.

Istilah dari mencukur rambut kemaluan adalah istihdad yang disebutkan dengan lafadz: حَلْقُ الْعَانَةِ (mencukur ‘anah). Pengertian ‘anah adalah rambut yang tumbuh di atas kemaluan dan sekitarnya.

Tujuan dari istihdad ini disyariatkan bagi wanita sebagaimana ditunjukkan dalam hadits “Pelan-pelanlah, jangan tergesa-gesa (untuk masuk ke rumah kalian) hingga kalian masuk di waktu malam –yakni waktu Isya’– agar para istri yang ditinggalkan sempat menyisir rambutnya yang acak-acakan/kusut dan sempat beristihdad (mencukur rambut kemaluan)” (HR. Al-Bukhari no. 5245 dan Muslim). Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga berkata kepada Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhuma: “Apabila engkau telah masuk ke negerimu (sepulang dari bepergian/safar) maka janganlah engkau masuk menemui istrimu hingga ia sempat beristihdad dan menyisir rambutnya yang acak-acakan/kusut,” (HR. Al-Bukhari no. 5246).

Sumber; http://www.wajibbaca.com/2017/03/potong-bulu-kemaluan-bukan-hanya-sunnah.html
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement