Tuesday, April 11, 2017

Sering Menjadi Tanya, Apakah Benar-benar Setan Itu Takut Bacaan Al-Qur'an?

author photo

Sedari kecil kita dianjurkan untuk pergi mengaji, yang mana mulai dari membaca kitab iqro' hingga sampai mampu membaca Al-Quran dengan baik dan benar, serta memahaminya untuk mengamalkan setiap poin di dalam kitab tersebut ke dalam kehidupan.

Al-Quran juga merupakan kitab yang sangat dikenal dan dihormati oleh umat islam. Kitab ini sangat istimewa, hanya dengan membacanya saja mendapatkan pahala. Al-Quran dipercaya dapat menjauhkan kita dari jin, seperti setan. Mengapa demikian?

Berikut ini adalah kisah yang diambil dari karya Qadi Badruddin bin Abdullah asy-Syibli, kitab Gharaib al-Jin. Kisah-kisah yang terjadi pada abad pertengahan ini menjelaskan bagaimana pengaruh bacaan Al-Quran dalam melawan setan, apakah setan takut bacaan Al-Quran?

Kisah pertama yang diriwiyatkan dari Qais bin al-Hujjaj, mengisahkan, suatu saat setan pernah berkata kepadaku, ”Semula aku hendak mengganggumu keberanianku layaknya singa, tetapi hari ini nyaliku hanya sebesar burung pipit.”

Lalu Qais menanyakan mengapa yang demikian bisa terjadi? Setan menjawab, ”Engkau menekankanku dengan Al-Quran yang engkau baca.”

Kisah kedua diceritakan oleh Khalid al-Walibi. Suatu ketika, dia diutus menghadap Umar bin Khattab. Khalid pun pergi bersama keluarganya. Di tengah perjalanan dia singgah di sebuah rumah kosong. Namun, keluarganya berada di belakangnya. Tiba-tiba ia mendengar suara teriakan anak-anaknya, namun ia tak bisa melihat mereka.

Secara spontan dia langsung membacakan ayat-ayat suci Al-Quran dengan suara yang keras. Kemudian ia mendengar suara keras terjatuh lalu menghampiri sumber suara.

Ternyata, anak-anaknya ada di sana. Khalid pun menanyakan apa yang terjadi?

“Baru saja setan mempermainkan kami lalu mereka langsung melemparkan kami begitu saja setelah mendengar suara Al-Quran yang ayahanda baca,” jawab anak-anaknya.

Sedangkan kisah yang terakhir, sebagaimana diceritakan Ibnu Aqil dalam kitab al-Funun.

Kisah nyata ini terjadi di Dhafriyah, Baghdad. Di kawasan itu, terdapat rumah kosong yang sangat terkenal angker. Tiap penghuni yang pernah mendiami rumah itu, pasti celaka, bahkan hingga meregang nyawa.

Namun, suatu ketika, seorang ahli Al-Quran, alim, dan saleh memutuskan tinggal di rumah itu.

Dia pun akhirnya tinggal cukup lama di rumah tersebut. Para tetangga pun heran dan bertanya-tanya mengapa dia bisa betah dan selamat.

Hingga suatu saat, dia akhirnya memutuskan pindah karena suatu urusan. Tetangganya pun mengintegorasinya. Apa rahasianya betah di rumah tersebut?

Dia pun bercerita. Pada suatu ketika, selepas shalat Isya dia membaca Al-Quran.

Tiba-tiba pagi harinya, ada pemuda yang begitu saja keluar dari lubang sumur dan mengucapkan salam. Dia kaget.

“Tidak usah takut, ajarkan saya Al-Quran,” kata pemuda misterius yang ternyata adalah jin Muslim.

“Saya pun mengajarkan Al-Quran kepadanya.”

“Sebetulnya apa yang terjadi di rumah ini?” tanya sang alim.

“Begini, kami adalah jin Muslim, shalat dan membaca Al-Quran. Sementara selama ini rumah ditempati oleh orang-orang fasik yang gemar minum. Kami mengusir mereka.”

“Jadi kamu keluar dari sumur siang hari agar aku tidak takut?”

“Benar”

Lalu, sang pemuda atau jin tadi membaca Al-Quran. Tiba-tiba ada suara aneh. Ternyata, muncul ular dari atap rumah dan terjatuh.

Sang pemuda hendak menangkap dan membunuh ular itu. Namun, sang alim melarangnya.

“Apakah engkau melarang aku mengeksekusi buruanku?”

Sang alim akhirnya membujuk dan memberikan beberapaa dinar kepadanya. Lalu, tiba-tiba keluarlah sosok jin dari tubuh ular dalam kondisi linglung, lemah, dan tak berdaya.

“Apa gerangan terjadi padamu?” tanya sang alim.

“Engkau telah membinasakanku dengan bacaan-bacaan Al-Quran.” Dan selang berapa waktu, akhirnya jin tersebut mati.

Sejak saat itulah, kata Ibnu Aqil, rumah tersebut dilarang untuk ditempati siapa pun.

Al-Quran secara harfiah berarti “bacaan”. Al-Quran adalah kalam Allah subhanahu wa ta’ala yang diturunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam sebagai mukjizat. Kitab suci umat Islam ini diturunkan berangsur-angsur selama 22 tahun 2 bulan 22 hari. Al-Quran berisi pedoman hidup bagi umat manusia.

Oleh karena itulah, tak ada satupun yang bisa menyangkal kebenaran di dalam Al-Quran itu sendiri. Maka dari itu, setan yang memang sejatinya adalah musuh besar bagi para umat manusia, dan umat manusia sendiri dianugerahi dengan bacaan kitab sebagai sumber kekuatan dan doa. Maka dari itu, setan sangat takut dan tak berani dengan orang-orang yang gemar membaca Al-Quran.

Sumber; http://www.wajibbaca.com/2017/03/sering-menjadi-tanya-apakah-benar-benar.html
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement