Sunday, April 2, 2017

Sering Takuti Orang Tua, Bayi Botak dan Rambut Lama Tumbuh, Bagaimana Solusinya?

author photo

Siapa sih yang tak ingin mempunyai anak yang berambut lebat, sehingga nampak menggemaskan dan sehat? Memang benar jika rambut yang sehat merupakan cerminan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Tak terkecuali pada para ibu yang berharap bayinya juga memiliki rambut yang tebal dan sehat. Seperti misalnya, sosok aktris cantik yang kini sudah menjadi mommy, Astrid Tiar mengaku sempat khawatir karena putri pertamanya, Annabel (4) belum menunjukkan pertumbuhan rambutnya.

"Anakku sempat botak sampai usia dua tahun. Padahal sejak bayi aku rajin memakaikan kemiri, alpukat, dan resep herbal lainnya agar rambut Annabel tumbuh lebat," katanya.

Astrid tidak sendirian. Menurut survei konsumen yang diadakan oleh produk shampoo kepada ibu di Indonesia, terungkap bahwa 66 persen ibu menginginkan bayinya memiliki rambut tebal serta hitam berkilau.

Selain itu, 61 persen responden mengatakan rambut tipis dan juga cepat bau (41 persen) merupakan permasalahan utama yang sering dialami pada bayinya. Menurut dr.Margareta Komalasari, spesialis anak dari RS Pusat Pertamina Jakarta, tebal tipisnya rambut sangat dipengaruhi oleh faktor genetik (50 persen), dan sisanya faktor nutrisi serta lingkungan.

"Faktor genetik tidak bisa kita ubah, kalau ayah atau ibunya rambutnya tipis, anaknya kemungkinan juga berambut tipis," paparnya.

Walau begitu, kita bisa memberikan gizi yang baik dan mengandung zat-zat yang dibutuhkan tubuh agar rambut pun jadi sehat. Selain itu, perawatan kulit kepala juga perlu diperhatikan," ujar Margaret. Pola pertumbuhan rambut setiap anak berbeda-beda. Ada bayi yang sejak lahir rambutnya tipis tetapi saat besar rambutnya tubuh lebat.

"Di usia 3 tahun biasanya akan kelihatan apakah rambut anak akan tebal atau tipis saat besar," katanya.

Tinggal di negara dengan iklim tropis akan membuat rambut anak gampang lepek dan bau. Karena itu, rambut bayi juga perlu dibersihkan.

"Jadi memang harus rajin-rajin keramas. Saat keramas, sel-sel kulit mati akan dibersihkan dan diganti baru, sehingga kulit kepala pun bersih, tidur juga lebih enak," kata Margareta.

Bukan hanya itu, bayi dan balita juga memiliki kelenjar yang aktif sehingga produksi keringatnya lebih banyak. Mandi dan keramas sebagai mekanisme membersihkan tubuh sebaiknya dilakukan rutin.

"Memandikan bayi juga bisa dipakai sebagai media untuk mempererat ikatan ibu dan bayinya," katanya.

Produk perawatan

Merawat rambut bayi dimulai dengan pemilihan sampo yang tepat. Pilihlah produk yang sesuai dan tidak menimbulkan iritasi, khususnya di bagian mata.

Kemiri mengandung asam linolenat dan linoleat yang merupakan omega-3 yang bermanfaat dalam pertumbuhan rambut, mampu melembabkan, dan meberi kilau alami pada rambut.

Produk ini juga tidak pedih di mata agar kegiatan keramas lebih nyaman. Menurut survei, para ibu melakukan keramas pada anaknya satu kali sehari, ada juga yang dua kali, jadi kegiatan ini harus fun dan bisa menjadi sarana bonding.

Sumber; http://www.wajibbaca.com/2017/03/sering-takuti-orang-tua-bayi-botak-dan.html
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement