Sunday, April 9, 2017

Sering Tertimpa Hal Ini Saat Terburu-buru? Salah Sendiri Berteman dengan Setan!

author photo

Memang ada kalanya kesibukan yang menumpuk dengan deadline yang padat membuat seseorang haruslah mengambil langkah seribu agar terselesaikan dan tak menimbulkan masalah. Akan tetapi, kebanyakan mereka yang seperti itu tak menyadari bahwa sikap terburu-buru bisa saja mendorong masalah baru, terlebih lagi sikap tersebut sangatlah tidak baik menurut ajaran Islam.

Sebagai salah satu contoh, ketika seseorang terburu- buru, kaki membentur meja, atau jatuh terpeleset, serta hal-hal buruk yang tak terduga. Kurangnya hati-hati? Bisa saja. Namun hal tersebut dikarenakan setan menjadi kawan orang yang tergesa-gesa.

Memang terburu-buru itu tidak baik, kelihatannya kita mengerjakan aktivitas dengan lebih cepat. Tetapi apa yang terjadi? Kita justru melakukan banyak sekali kesalahan dan keteledoran yang sebenarnya tidak perlu terjadi.

Ibu Abbas radhiallahu’anhu meriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda pada Asyaj Abdul Qois, “Sesungguhnya dalam dirimu terdapat dua sifat yang dicintai Allah, yaitu sabar dan tidak tergesa-gesa.” (HR. Bukhori).

Di lain waktu sahabat Anas radhiallahu’anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sifat perlahan-lahan (sabar) berasal dari Allah. Sedangkan sifat ingin tergesa-gesa itu berasal dari setan.” (HR. Baihaqi).

Tergesa-gesa pernah disebut berasal dari setan. Banyak kecelakaan menimpa seseorang karena tergesa di jalanraya. Banyak masalah yang kemudian muncul karena tidak adanya kesabaran dan kehati-hatian.

Tidak jarang orang kehilangan sesuatu yang amat berharga karena bersikap terburu-buru. Akhirnya penyesalan pun hadir di kemudian hari. Samakah terburu-buru dengan menyegerakan suatu urusan? Tentu saja berbeda. Perbedaanya terletak pada kecermatan, kehati-hatian, dan kesabaran dalam melakukan aktivitas tersebut.

Menyegerakan menikah dengan terburu-buru menikah tent saja beda. Kalau menyegerakan menikah, dia mempersiapkan diri sesegera mungkin agar bisa menikah sesegera mungkin. Sementara kalau buru-buru, yang penting cepet nikah. Padahal dia belum mempersiapkan bekal yang dibutuhkan dalam pernikahan.

Bahkan ada ibadah-ibadah yang selayaknya kita segerakan pelaksanannya. Misalnya segera mengurus jenazah, segera menikahkan anak bila telah baligh dan datang jodohnya, segera membayar hitang jika sudah mampu, dan segera bertaubat setelah berbuat doa.

Termasuk manakah kita? Orang yang tergesa-gesa ataukah orang yang penuh kesabaran dalam kehati-hatian?

Sumber; http://www.wajibbaca.com/2017/03/sering-tertimpa-hal-ini-saat-terburu.html
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement