Saturday, May 6, 2017

Potret Tingginya Perhatian Ulama Terhadap Niat

author photo

Para ulama ketika ingin mengatakan yang baik saja tetap memikirkan niatnya, mereka takut ujub.

Ibnul Lahham –rohimahulloh– mengatakan:

“Suatu saat Syaikh (Ibnu Rojab) menjelaskan kepada kami sebuah masalah, dan dia menjelaskannya dengan panjang lebar (sangat rinci), maka aku pun takjub dengan penjelasan tersebut dan kekuatan ilmunya dalam masalah itu.

Lalu setelah itu, aku masuk dalam majelis yang dihadiri para pemuka berbagai madzhab dan yang lainnya, tapi dia tidak bicara sepatah kata pun (dlm masalah itu).

Maka ketika dia berdiri (dari majelis itu), aku mengatakan kepadanya: “Bukankah kamu telah berbicara dalam masalah itu dengan penjelasan (yang panjang lebar dan sangat menakjubkan)?!”

Beliau menjawab: “Aku hanya berbicara dengan pembicaraan yang aku harapkan pahalanya, dan aku takut bicara dalam majelis ini”. (Dzail Thobaqot Hanabilah, Ibnu Abdil Hadi, hal 39).

Subhanalloh… Ulama dahulu, untnk berkata yang baik saja, masih memikirkan niatnya.

Adapun sebagian orang di zaman ini, pertama, mereka bukan ulama tapi menganggap dirinya sebagai ulama. Kedua, mereka tanpa segan mengatakan atas nama agama walaupun itu kebatilan. Ketiga, seringkali niat dunia melatar belakangi statemen-statemen mereka itu.

Wallohu yahdihim wa yarudduhum ilal haq.

Semoga kita bisa selalu menjaga diri dan niat kita dalam setiap gerak dan langkah kita, amiin.

Sumber: https://muslim.or.id/26238-potret-tingginya-perhatian-ulama-terhadap-niat.html
Next article Next Post
Previous article Previous Post

Advertisement